Kesehatan
No comments

Inilah Penanganan Operasi Usus Buntu untuk Komplikasi Apendisitis

Rasa nyeri di perut bagian kanan bawah memang sangat identik sebagai gejala peradangan di usus buntu atau yang dikenal dengan apendisitis. Adanya penyumbatan di bagian apendiks, baik itu sebagian, maupun secara menyeluruh, diduga sebagai salah satu pemicunya. Penyumbatan tersebut juga dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari makanan, penumpukan feses, sampai kondisi medis lainnya.

Apabila kondisinya sudah parah, bisa terjadi komplikasi dan membutuhkan operasi usus buntu untuk mengatasinya. Operasi ini dibutuhkan agar apendiks dapat diangkat agar tidak menyebarkan infeksi di rongga perut.

Penyebab Terjadinya Komplikasi Apendisitis

Pada awalnya, kondisi apendisitis sebagai salah satu gangguan di saluran pencernaan ini ditandai dengan berbagai gejala. Gejala awalnya adalah berupa rasa nyeri yang terasa di perut bagian kanan bawah seperti penjelasan di atas. Tak hanya itu, terdapat gejala penyerta lainnya, di antaranya adalah demam, mual, muntah, penurunan nafsu makan, gangguan pencernaan, sulit buang angina atau kentut, dan mengalami sering buang air kecil. dalam kondisi tertentu, buang air kecil bisa terasa sakit karena kandung kemih ikut meradang.

Berbagai tanda awal apendisitis berupa gejala tersebut seharusnya menjadi perhatian. Meskipun tidak semua gejalanya muncul, Anda harus tetap mengenali gejala mendasar berupa nyeri di perut bagian kanan bawah. Segera setelah mengalaminya, seharusnya diperiksakan ke dokter. Kesalahannya, upaya ini tidak dilakukan dan tidak sedikit penderita yang tadinya cuek terhadap kondisi ini. Akibatnya, timbullah komplikasi yang sampai menyebabkan perlunya operasi usus buntu.

Jenis Komplikasi Apendisitis

Dari gejala yang diabaikan dan tidak segera ditangani secara medis, kondisi peradangan pada apendiks semakin parah. Akibatnya, terjadilah komplikasi yang disebabkan semakin parahnya kondisi peradangan tersebut. Dilansir dari situs alodokter.com, terdapat dua jenis komplikasi yang bisa dialami penderita apendisitis. Keduanya sama-sama membutuhkan penanganan berupa operasi usus buntu untuk pengangkatan apendiks.

Komplikasi yang pertama adalah timbulnya abses atau kantong yang berisi nanah. Abses ini menjadi suatu reaksi alami tubuh terhadap infeksi yang ada di apendiks. Timbulnya abses ini bisa semakin besar dan jika pada puncaknya bisa menimbulkan infeksi parah.

Komplikasi yang kedua adalah timbulnya peritonitis yaitu suatu kondisi di mana terjadi infeksi di lapisan dalam perut atau peritoneum. Peritonitis ini terjadi ketika apendiks pecah dan infeksinya menyebar sampai ke semua rongga perut. Penanganan terhadap kasus ini adalah pemberian antibiotik serta tindakan operasi usus buntu secepatnya guna mengangkat apendiks serta membersihkan rongga perut. Peritonitis ini ditandai adanya nyeri hebat pada seluruh bagian perut yang berlangsung terus menerus, demam, dan adanya percepatan detak jantung.

Penanganan Operasi Usus Buntu

Tindakan pengobatan usus buntu memang belum diketahui. Akan tetapi, penanganan yang meredakan gejalanya bisa dilakukan. jika pada kasus komplikasi, maka operasi pengangkatan usus buntu bisa dilakukan agar tidak menyebabkan infeksi terus menerus. Dalam hal ini, perlu prosedur dalam penanganan. Pertama-tama, dokter akan memeriksa detail kondisi pasien dan jenis komplikasi yang dialami. Setelah selesai, ditentukanlah tindakan operasi yang akan dilakukan.

Prosedur operasi apendisitis dilakukan dengan cara membuat sayatan pada perut bagian kanan bawah sesuai letak apendiks. Setelah itu, prosedur berikutnya adalah menangani kondisi yang ada. Sebelum melakukan operasi usus buntu atau apendektomi, dokter memberikan obat antibiotik untuk menahan agar infeksi tidak semakin parah ataupun menyebar.

Jenis apendektomi ini ada dua jenis yaitu laparoskopi apendektomi dan apendektomi terbuka. Laparoskopi apendektomi dilakukan dengan memasukkan sebuah selang (scope) ke perut untuk melihat serta mengangkat apendiks. Prosedur ini dilakukan untuk kasus apendisitis ringan. Kebanyakan orang memang memilih prosedur ini karena masa pemulihannya lebih cepat.

Jenis operasi usus buntu yang kedua adalah apendektomi terbuka yaitu prosedur yang memotong perut bagian kanan bawah untuk mengangkat usus sekaligus membersihkan rongga perut. Prosedur yang satu ini dilakukan jika apendiks sudah pecah atau jika infeksinya sudah menyebar. Karena melibatkan proses bedah terbuka, prosedur ini memerlukan masa pemulihan yang lebih lama.

 

Sumber Artikel:

hellosehat.com

www.alodokter.com

 

Sumber Gambar:

intisari.grid.id

www.gambar.pro

www.alodokter.com

 

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*